Tampilkan postingan dengan label Dreams. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dreams. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 10 Desember 2011

Ampuni Kekalutanku

Ya Allah...

Betapakah beresiko segala hal yang baik?
yang acap kali mengundang keburukan pengacau menyusahkan (manusia berhati iblis)
Betapakah aku kacau ya Allah, karena begitu padatkah kepala ini hingga aliran keimanan tak mampu menyejukan hati dan mengerakan sejengkal pun kepala ini untuk bersimpuh
Mengapa begitu takutnya aku untuk menentang segala  hal buruk yang menakutkan hingga aku lupa akan rasa takut terhadap-Mu.

Ya Allah...

Inikah ledakan-ledakan hidup yg semakin terasa mendera seketika aku menjauh dan menjauh dari-Mu
Mengapakah kalbu ini kian terseok-seok dalam gelombang kelupaan dan kehilafan akan nama-Mu

Ya Rabb...

Aku ketakutan dalam gelap yg semakin senjang dengan surya
Semakin terhimpit disudut senja kemalangan yg ku hiasi dengan kesombongan dan itu palsu ya Allah...

Ya Rahim...

Ijinkanlah aku mengarahkan langkah ini mendekat agar hangat dalam dekap syurga-Mu
Walaupun hanya sekedar jalan kembali pada kepolosan bayi merah yg suci
Aku selalu lupa bersyukur dan enggan menelaah seluruh karunia dan kasihmu
Congkak dan mengangkat kepala seakan aku raja padahal aku tak lebih tinggi dripada budak nestapa

Terkadang aku menghujat diriku yg terlalu sering berbincang asik dengan setan dalam hatiku
Aku bahkan sadar dengan kesengajaanku mengikuti apa yg tak pantas kupikirkan.


Ya Allah

Ya Allah

Ya Allah...

Ampunilah aku yg tak pernah merasa pantas untuk menurut ini
Sadarkanlah hamba yang lupa dalam nista dan seakan bahagia dalam hina
Luruskanlah jalan yg kutempuh agar tak sedikitpun lagi merugikan semua yg ku sayangi
Tuntunlah hati, jiwa, dan kalbu untuk mencintai-Mu sebagai se-Agung agungnya cinta dihidup dan matiku.


Ya Allah

Ampunilah aku
Maafkanlah hamba
Selamatkanlah semua





-Muhamad Irsan-
»»  Read More...

Senin, 05 Desember 2011

Malam Hari dan Puisi Jengah

Malam ini...

Seratus pasang mata memaksakan kesadarannya dalam kebingungan
Seratus lidah bertukar irama, menyanyi dan menari padahal semua tau tengah berjuang dalam keterpaksaan
Sementara mereka menggelar pasar di kelas yang menggelegar,
Aku asik memantapkan hentakan sepasang ibu jari demi catatan ini.


Kemalasan mencoba menyeret semua ke ruang yang tidak pasti


Tersadar namun tak membuat aku merasa bahwa masa depanku akan terkapar
Padahal sejuta bahkan bermiliaran rizky yang tak terhitung berlimpah nan terhampar
Menanti aku dan kereta berekor ratusan gerbong kosong yang siap kupenuhi
Yang terdekap dalam abadi nan jauh dari pudar,
Yang mengubur aku dalam kesejahteraan tiada habis tujuh turunan


Namun mengapa aku tetap menyamankan diri, padahal aku manusia dinamis yang tak pantas untuk bersabar


Wahai saudara dan sahabatku yang ku kasihi dan kurindukan dimasa depan yang penuh kelimpahan
Sebenarnya aku memimpikan berhari-hari disetiap aku terlelap saat aku lalai dalam tugasku
Mimpi pembawa kecukupan, pendamai seluruh kegelisahan, penentram segala ketakutan


Lalu...
Mengapakah aku melambatkan gerakanku disaat derap lariku tak mampu mengimbangi sang pengusaha
Mengapakah kemalasan selalu jadi tersangka yang tak tau apa-apa namun tetap tersudutkan
Aku begitu terbuai dan menikmati keterbuaianku tanpa menyelaminya
Memati surikan jiwa yang semestinya bergelora dan menuakan hati dengan kata dewasa sebagai latarnya

Masa depan tak seharusnya aku gantungkan tanpa aku sinari dengan semangat
Seperti sehelai sutra basah kuyup yang kucuci namun tak kupasang dipengeringan
Tetap basah dan melembap dan segera melapuk benangnya

Malam ini...

Disaat ku menatap wajah guru yang menurutku masih wajib untuk belajar
Buku berisi ribuan kata yang untaiannya penuh logika namun tak pasti
Diatas penalaranku yang semakin jengah dan terpaksa berpura dalam konsentrasi...

Aku menasehati semua yang menyaksikan apa yang kuceritakan ini
Dan kumohonkan pada Tuhan yang Maha Pengasih,
Setiap baik di diriku untuk kalian dan yang buruk termusnahkan

Dengarkanlah...


Saudaraku yang sedarah dan sebahagia aku dimasa depan
Sahabatku senasib dan semasa depan yang takdir baik itu memang hak kita dalam harapan
Tetaplah jadikan dirimu itu dirimu yang mengingatkan akan baiknya dirimu
Semangatkan derapmu hingga langkah kecilmu lebih sempurna dari kencangnya lari dan jauhnya lompatan para pahlawan
Saling menyadarkan bahwa diri kita memiliki peran masing-masing yang saling menghebatkan
Meneriakan semangat-semangat para pembaharu yang pasti gemilang dalam haru dan mengecap kata sukses berakhir tanda (!)

'Karena kita adalah Ketiadaan yang mampu menjadi Kebiasaan dan akhirnya mengendalikan Tradisi dan Kepercayaan'

Ketiadaan rasa ragu
Kebiasaan mencoba dan berusaha
Tradisi kerja keras yang pantang menyerah
Kepercayaan akan keberhasilan dan proses Kesuksesan

Maka itulah kita, Selangkah lebih maju bahkan seribu
Setahap lebih tinggi bahkan sejuta
Serasa dan Sejiwa dalam Semesta
Melangkah maju mengukir warna berbusur dilatar biru (Pelangi)

------------------------------------------------

Akhirnya tinggal sekejap lagi aku dan sembilan puluh sembilan manusia yang mengejar cita, akan pulang dan merebahkan mimpi dalam angan
Dan tersentak dipagi hari yang indah dalam kenyataan.




-Muhamad Irsan-
»»  Read More...

Jumat, 02 Desember 2011

A Letter From the God



Every people has a time limit, then when the time had comes they can not delay even for a moment and can not (also) promote it. (Al’ A’ Raaf 34).


Life is Times
Times is Your Soul

Kita adalah hal yang berada diantara masa lalu dan masa depan,
Namun tidaklah berarti, kita adalah saat ini.

Bagaimana jika Kehidupan adalah Ketiadaan bagimu?


Mampukah kamu mengingat masa-masa indah dimasa kanak-kanak?
Mampukah kamu sekedar ingin tahu apakah kamu setelah orangtuamu dipersatukan?
Mampukah kamu menyadari apa yang terjadi jika kamu tidak pernah dilahirkan?

Jikalah kita tidak pernah merasakan sebuah kehidupan,


Apa kita bisa merasakan udara segar di pagi hari, yang memberikan kehidupan yang indah,
Apa kita mungkin merasakan belai kasih ibunda kita, malaikat kehidupan kita,
Apa masih ada sedikit saja kemungkinan mencintai dan dicinta sang kekasih?

Maka ucapkanlah…..
Subhanallah, Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang tidak kita ketahui
Sesungguhnya begitu beruntungnya kita,
Namun begitu bodoh dan merugi pula kita
Beruntung diberi karunia kehidupan
Namun merugi karena sering kali hidup dalam kesia-siaan

Sesungguhnya, tanpa harus dibuktikan…
Kita tak dapat berbuat apa-apa jika raga kita dikaruniakan pada jiwa yang lain,
Tidak pula mampu memohon kesempatan hidup karena apalah kita.
Jika saja kamu bukanlah kamu saat ini, pastilah kamu adalah kosong, hampa dan tiada.
Lalu, bagaimana?

Bersyukurlah dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang

Al Kariim, Al Baa`its, Al Hasiib, Al Hakiim
Yang Maha pemurah pemberi kehidupan,
Yang Maha membangkitkan,
Yang Maha memberi perhitungan,
Yang Maha bijaksana dalam segala keputusan,

I’m just a grain of dust and I’m not a big thing
But why am I so arrogant and so selfish to live in this world
Sailing on the sea and feel the sea belongs to me
Walking on the earth and take all things with greedy
Sleep like a king, the king whose heart had never felt pretty
Work like a slave, a slave whose soul has never felt sincerity
i was created with lovely, but rarely realize the beauty
i was born as a pure baby, but now i’m going and going to be a lazy

Ya Allah, My Lord and the only one
Glorify the sinful heart and anger
Make me be a pious and a humble
Give me Paradise that you have promised to us in a your love letter (Al-Qur’an)
Paradise that has rivers whose waters flowed endless
The most beautiful places that I could not imagine when I was in the world


Sudah waktunya kita tersadarkan
dan hadiahkanlah hidup kepada yang menciptakan


-Muhamad Irsan-



»»  Read More...